1/20/2016

Pulau Bawean

Setelah membahas mengenai pulau Gali Labak yang ada di Daerah Madura, maka kali ini saya akan menulis mengenai Pulau Bawean yang terletak di Laut Jawa, sekitar 80 Mil atau 120 kilometer sebelah utara Gresik.



Mengenai Pulau Bawean
Pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Asal usul kata Bawean berasal dari bahasa Sanskerta, yang berarti ada sinar matahari. Menurut legenda, sekitar tahun 1350, sekelompok pelaut dari Kerajaan Majapahit terjebak badai di Laut Jawa dan akhirnya terdampar di Pulau Bawean pada saat matahari terbit. Bahasa Bawean ditengarai sebagai kreolisasi bahasa Madura, karena kata-kata dasarnya yang berasal dari bahasa ini, namun bercampur aduk dengan kata-kata Melayu dan Inggris serta bahasa Jawa. Bahasa Bawean memiliki ragam dialek bahasa biasanya setiap kawasan atau kampung mempunyai dialek bahasa sendiri seperti Bahasa Bawean Dialek Daun, Dialek Kumalasa, dll.

Mayoritas penduduk Bawean beragama Islam, sedangkan penduduk non-Muslim biasanya adalah para pendatang. Yang khas dari Bawean adalah batu onyx. Sejenis batu marmer. Batu ini dijadikan hiasan dan juga lantai. Selain itu juga ada "buah merah". Ini berbeda dengan buah merah asli papua. Bentuknya bulat seperti apel. Namun ada yang seperti ini di Magetan tapi warnanya agak kuning. Buah Merah di Bawean terbagi dalam 2 jenis, satu warna merah dan yang kedua berwarna kuning, yang berwarna kuning di bawean dikenal dengan jenis Buah Merah Mentega, buah jenis ini (buah merah) juga tumbuh di daerah lain seperti juga di magetan, tapi buahnya cenderung kecil bila dibandingkan di bawean, dan di daerah lain lebih dikenal dengan nama buah mentega



Wisatawan dapat menggunakan kapal feri atau kapal cepat untuk menuju ke pulau ini dengan waktu tempuh antara 3 hingga 8 jam. Selain terdapat pulau-pulau kecil di daerah Bawean, terdapat juga penangkaran rusa. Rusa Bawean memiliki nama latin Axis Kuhlii dan hanya dapat ditemukan di pulau Bawean. Luas penagkaran Rusa di pulau Bawean sekitar 4 hektar. Walaupun berada di dalam penangkaran, namun rusa ini tidak jinak seperti kebun binatang ataupun seperti penangkaran rusa di Bandung. Selain itu, wisatawan tidak diizinkan untuk memberi makan rusa tanpa izin dari petugas setempat.

Popular Posts